?

Log in

hana_wulz

Shed The Loads :3

« previous entry | next entry »
Feb. 10th, 2013 | 12:04 am
Mood: anxiousanxious
Music: GRANRODEO - Haitoku no Kodou

It's just some things about last week. I feel I have to write this down. Or else I might re-become like her. :3
Maybe it will be disappointing for you who don't understand Bahasa Indonesia but it's 00:00 right now and next day is an extremely-exhausting day (Chinese New Year!!), thought I want to make this story with 3 language. I'll do it later then. :3

...

Gelap, hitam, dan dalam. Dalam tempat yang rancu itu tak ada apa-apa, karena di dalamnya memang tak butuh apa-apa. Hanya ada sebuah jendela kecil disana, yang tidak ada wujudnya dalam ruang itu, tapi pasti adanya. Dunia di luar jendela itu saat ini hujan, dan dipenuhi dengking keheningan. Empat pribadi bertempat di kegelapan itu, di dunia yang tak ada depan-belakang maupun atas-bawahnya itu. Dunia itu sendiri berada di dalam keempat pribadi itu.
Perlahan isak tangis terdengar, nyaring diantara pikiran-pikiran yang sibuk berseliweran keluar dari keempat orang tersebut.
Seseorang berteriak kasar dengan suara berat, "OI! Siapa itu yang nangis??"
Seseorang lainnya berkata pelan, lemah dan takut, "Bukan aku.."
Keheningan merasuk. Hening yang sesungguhnya.
"Oi!!! Siapa yang nangis tadi??"
"Diam kau!", kata seseorang yang lain dengan dingin. "Buat apa pertanyaan yang tak ada artinya seperti itu.."
Si ribut terdiam. Ia memang menyadari teriakannya itu memang tak ada maksud apa-apa.
Yang bersuara lemah tiba-tiba berkata, "Ia meninggalkan jendela itu...". Dan ruang itu kini dipenuhi gambar-gambar hitam-putih yang sibuk bercerita tentang masa lalu. Gambar-gambar itu memadat di suatu area, mengurung sosok yang keempat didalamnya, sosok yang baru saja disebutkan. Sosok itu tidak berusaha untuk keluar dari pagar pita film transparan itu. Malah sesungguhnya, pita-pita itu keluar dari dirinya dan tertarik ke arahnya. Udara dalam kungkungan itu kosong, tidak seperti diluarnya yang dipenuhi pikiran-pikiran yang mengambang. Ia tejebak di antara memunculkan memori, dan upaya pemblokiran memori itu.
Kini tak satupun dari mereka yang melihat keluar jendela, namun orang keempat itu sesungguhnya berada di luar tanpa harus melewati jendela. Semua orang lain juga.
Namun tetap saja, harus ada yang berjaga.
"Disana menyebalkan."
"Aku... tidak mau.."
"Haah.. Apa boleh buat." Yang ketiga meraih jendela itu, membuka mata dalam keadaan seluruh badan basah karena hujan. Ia kemudian mencari tempat untuk duduk, namun berusaha tetap tersiram hujan. Ia mencurahkan seluruh perhatiannya pada rintik hujan, sampai ia melihat gambar-gambar masa lalu menghilang di belakang jendela.
Dari sekian padat pikiran-pikiran yang melayang di dunia yang jauh di dalam itu, yang muncul dengan keras di jidatnya hanyalah dari sang empunya: "...yang menangis tadi... mungkin aku.."
"... Sudahlah. ... Aku benci air mata.", gumam orang itu dingin kepada dirinya sendiri. Tak ada air mata yang tumpah.
...


Anyway, Happy Lunar New Year~! Snake year! :3
As usual, wish tomorrow will be raining, 次年の元気と良い運がその雨のように流れて来るように。(^w^)

Link | Comment | Share

Comments {0}